Jika ditanya banyak orang apa pengalaman yang tidak terlupakan selama studi di USA, maka ini adalah kenangan yang tidak akan terlupakan. Yang bikin saya maluuuuuuuuuuu syekaleeeeeeeeeeeee,
Saat
kuliah di mulai pada matakuliah di kelas Adult Education, teachernya
memulai dengan warm-up tentang kesan tinggal di negara orang.
Banyak
cerita yang saya dengar dari teman-teman, tapi justru cerita ini
membawa bekas yang begitu mendalam, khususnya sebagai orang Indonesia yang sedang berada di kelas itu
When I was in Jakarta, Indonesia. Begitu Ia memulai ceritanya. Teman itu dari Korea, datang ke Jakarat dengan tujuan untuk mengunjungi orang tuanya yang telah menetap di Indonesia. Ia menghabiskan liburnya sambil mengelilingi kota Jakarta. Sialnya, Ia tertangkap oleh razia polisi karena tak memiliki kelengkapan surat kendaraan.
Ia mengaku salah dan menelpon orang tuanya untuk menanyakan prosedur jika didenda karena tidak memiliki kelengkapan surat kendaraan.
Tanpa
di nyana, sebelum Ia bertanya lebih lanjut, sang polisi malah
mengajaknya bernegosiasi dengan membayar denda sesuai dengan permintaan
sang polisi. Ia kaget sekali. Tak menduga jika polisi akan memintanya
sejumlah uang tebusan.
Ia benar-benar shock.
Saya
tak tahu harus berkata apa. Mengklarifikasinya juga tak mungkin.
Pengalaman ini bukan sekali dua kali terjadi. Masalahnya, ketika Ia
membagi pengalamannya tentang Indonesia pada sejumlah mahasiswa lainnya.
Saya
ingin keajaiban. Tak berada di kelas itu. Teman dari Negara Jepang
tertawa terbahak-bahak sambil menggeleng kepala. American student
mengulangi pertanyaan. “Di Negara mana?”
Deuh, tidak terbayang rasa malunya. Tawa teman dari Jepang, begitu menyakitkan. Andaikan bukan cerita tentang Indonesia, ingin rasanya meminta teman dari Jepang itu membungkam mulutnya, sambil mencerewetinya tentang Jepang yang menjajah Indonesia dengan sangat keji.
Tapi………..mana mungkin
Ah pertanyaan American student, “Negara mana itu?” Membuat saya tak berani menatapnya.