Saya harus belajar mengelola
emosi dalam membesarkan anak-anak. Meskipun bukan juga emak yang serem banget
sama anak-anaknya. Terbukti kalau dua bocah di rumah begitu dekat dengan saya
sampai segalanya maunya dikerjakan bareng umminya.
Terlepas dari semua itu,
saya masih punya catatan-catatan pribadi tentang emosi yang perlu saya kelola
demi anak-anak saya. Khawatirnya persoalan emosi ini akan menjadi bumerang waktu
mereka remaja nantinya.
2 minggu yang lalu beli buku Time
Out dalam Parenting. Buku ini bagus. Saya sangat merekomendasikan buku ini
untuk dibaca. Apalagi saya berniat untuk menerapkan model time-out ini tapi
masih bingung bagaimana caranya. Dalam buku ini diajarkan apa sebenarnya
time-out itu. Ternyata masih jauh dari pikiran saya selama ini mengenai
time-out.
Secara garis besar yang dimaksudkan dengan time-out ini adalah
Time-out bukanlah hukuman. Time out adalah teknik untuk membantu anak belajar
mengendalikan kemarahan dan menghentikan perilaku buruknya. Yang perlu
ditekannya di sini adalah sebelum melakukan time-out anak diajak berdialog
terlebih dahulu. Jadi semacam pre time-out, time-out dan after time out.
Saya mulai berpikir-pikir apakah
saya mampu melakukan time-out ini. Apakah ada cara lain untuk mengatasi “nakal-nakalnya”
anak-anak?
