Lepas setahun sudah engkau pergi.
Tetap saja aku ingin mengenangmu
Sebab hanya itu yang aku miliki
Tak satupun darimu yang kupunyai
-melainkan kenangan kita
:Tak juga selembar fotomu yang kumiliki
-meski sekedar untuk mengenangmu bila rindu mengusik hari
Aku hanya memiliki kenangan
:hari-hari yang pernah kumiliki bersamamu
bahwa kita pernah menghabiskannya bersama.
Lepas setahun sudah engkau pergi.
Tak sekalipun aku mengunjungi pusaramu
Atau sekedar mendoakanmu, memegang bantu nisanmu
-di sana.
Lepas setahun sudah engkau pergi
Tak jua melati sempat kutaburkan dipusaramu
Lepas setahun sudah engkau pergi
Tak juga kutahu dimana peristirahatanmu
Sebab gelombang itu membawa hingga tak sempatku
mengucapkan selamat tinggal padamu.
Lepas setahun sudah engkau pergi
Petang hari sebelum hari duka cita, sebingkis kado
kuserahkan.
“Ini untukmu”. Selamat ulang tahun”
Kau menatapku seraya berkata, “Makasih ya?”
Tanpa kusadari sore itu terakhir kali aku menikmati
senyummu
Dan itu bingkisan pertama dan terakhir kali sejak
persahabatan kita
Lepas setahun sudah kususuri hari tanpa kehadiranmu
Tanpa cerita bahagiamu yang selalu membuatku tersenyum
atau hiburanmu yang membuat tawaku kian terkembang.
Lepas setahun sudah kau pergi meninggalkan kami
Orang-orang yang sangat mencintaimu
Tak juga rindu ini lekang
Tidur malamku kerapkali dibayangi oleh kehadiranmu
Sesaat bahagia menelingkupiku
Purna nian aku memandangmu
Tapi hanya sesaat dan kau kembali
:mengucapkan selamat tinggal
setelah kau titipkan liotin perak itu demi mengingatkanku;
berjanjilah kau tak akan melupakanku
Tuturmu sesaat
Lepas setahun sudah engkau pergi
Tak ada yang lagi yang kuinginkan kecuali mengenangmu
Bahwa hari-hari itu pernah kumiliki bersamamu.
Lepas setahun sudah engkau pergi
Hari ini,
aku hanya ingin memohon padaNya
Tuhan, sayangi dan bahagiakanlah dia;
Hanya doa yang kukirimkan lewat hari-hariku
Aku percaya, kau sedang bermain di tamanNya.
Dalam cintaNya yang tak pernah pupus
Lepas setahun sudah engkau pergi,
tetap saja kuingin mengenangmu, Teman!
Catatan Setahun Tsunami Berlalu
Tetap saja aku ingin mengenangmu
Sebab hanya itu yang aku miliki
Tak satupun darimu yang kupunyai
-melainkan kenangan kita
:Tak juga selembar fotomu yang kumiliki
-meski sekedar untuk mengenangmu bila rindu mengusik hari
Aku hanya memiliki kenangan
:hari-hari yang pernah kumiliki bersamamu
bahwa kita pernah menghabiskannya bersama.
Lepas setahun sudah engkau pergi.
Tak sekalipun aku mengunjungi pusaramu
Atau sekedar mendoakanmu, memegang bantu nisanmu
-di sana.
Lepas setahun sudah engkau pergi
Tak jua melati sempat kutaburkan dipusaramu
Lepas setahun sudah engkau pergi
Tak juga kutahu dimana peristirahatanmu
Sebab gelombang itu membawa hingga tak sempatku
mengucapkan selamat tinggal padamu.
Lepas setahun sudah engkau pergi
Petang hari sebelum hari duka cita, sebingkis kado
kuserahkan.
“Ini untukmu”. Selamat ulang tahun”
Kau menatapku seraya berkata, “Makasih ya?”
Tanpa kusadari sore itu terakhir kali aku menikmati
senyummu
Dan itu bingkisan pertama dan terakhir kali sejak
persahabatan kita
Lepas setahun sudah kususuri hari tanpa kehadiranmu
Tanpa cerita bahagiamu yang selalu membuatku tersenyum
atau hiburanmu yang membuat tawaku kian terkembang.
Lepas setahun sudah kau pergi meninggalkan kami
Orang-orang yang sangat mencintaimu
Tak juga rindu ini lekang
Tidur malamku kerapkali dibayangi oleh kehadiranmu
Sesaat bahagia menelingkupiku
Purna nian aku memandangmu
Tapi hanya sesaat dan kau kembali
:mengucapkan selamat tinggal
setelah kau titipkan liotin perak itu demi mengingatkanku;
berjanjilah kau tak akan melupakanku
Tuturmu sesaat
Lepas setahun sudah engkau pergi
Tak ada yang lagi yang kuinginkan kecuali mengenangmu
Bahwa hari-hari itu pernah kumiliki bersamamu.
Lepas setahun sudah engkau pergi
Hari ini,
aku hanya ingin memohon padaNya
Tuhan, sayangi dan bahagiakanlah dia;
Hanya doa yang kukirimkan lewat hari-hariku
Aku percaya, kau sedang bermain di tamanNya.
Dalam cintaNya yang tak pernah pupus
Lepas setahun sudah engkau pergi,
tetap saja kuingin mengenangmu, Teman!
Catatan Setahun Tsunami Berlalu