Saya
ingat sekali ketika mantan putri Indonesia, Dian Krisna, mendapatkan
pertanyaan dari dewan juri dan jawabannya tersebut menghantarkannya pada
juara pertama ajang pemilihan putri Indonesia. “Apa yang anda lakukan
ketika Melihat Matahari terbit?” Saya tersenyum ketika mendengar
pertanyaan tersebut dilemparkan dewan juri dengan seketika.
Dan apa yang anda lakukan ketika melihat matahari terbit?
Seorang teman menjawab, “Apa ya?”
Teman
yang lain, “Pengen cepat lihat malam, biar cepat pulang kampung.”
Jawabnya sembari tersenyum. Atau seorang teman kebetulan ibu rumah
tangga menjawab, “Lari-lari ke bus stop ngantar anak sekolah.”
Saya
mulai menghitung hari-hari yang saya lalui. Setelah duapuluh tujuh
tahun lebih empat bulan. Apa yang saya lakukan ketika melihat Matahari
terbit? Dari hari yang saya lewati, terkadang saya mengeluh. Tentang
hari besok yang saya jalani.
Dulu,
ketika saya masih kanak dan bahkan kadang hingga sekarang sering kali
dalam hati saya berujar, “I hate Monday.” Apalagi ketika masih kuliah di
dua tempat. I hate Monday. Setelah libur, rasanya malas sekali untuk
memulai rutinitas dan saya akan riang gembira ketika hari jumat atau
sabtu tiba. Saya seperti memiliki energi gembira yang luarbiasa. Padahal
tak ada yang istimewapun yang saya lakukan.
Atau
bahkan hanya kumpl-kumpul dengan teman, yang manfaatnya pun tidak ada.
Belum lagi ketika, hari libur panjang, saya masih dibwah selimut.
Padahal saya tidak ngantuk. Tapi masih saja saya membuang waktu untuk
hal-hal yang tak ada manfaat. Belum lagi saya mengeluh akan keterbatasan
waktu, padahal jika saya menghitung, menimbang sana-sini, begitu banyak
waktu yang saya terbuang tanpa sesuatu yang berarti.
Hari
ini, MAT’s community meeting diadakan. Mulainya, saya menganggap ini
adalah meeting seperti biasanya. Tidak ada yang lebih, tapi ternyata
saya salah. Meeting ini tidak berjalan seperti biasanya. Hanya saja kami
diminta untuk berkelompok, sekitar empat kelompok, dan dipandu oleh
seorang instruktur. Tujuan meeting ini agar kita mau berbicara dengan
jujur. Apa adanya. Hal yang pertama diminta adalah untuk mengucapkan
terima kasih.
Ada banyak ungkapan terima kasih yang saya dengar dari teman-teman kelompok. Orangtua, teman, kekasih dll.
Maka
saya teringat akan pertanyaan yang dilontarkan dewan juri pada Dian
Krisna. Dan jawabnya adalah terima kasih Ya Allah saya dapat melihat
matahari dan kemudian menunaikan shalat Subuh.
Dan
untuk hari-hari yang saya lalui, Terima kasih ya Allah untuk hari yang
Engkau berikan. Berkahi hari-hari yang saya lalui. Amin
School for International Training
Di sudut Pustaka, September 28, 2006