Don’t Be Yourself
Hampir dua minggu yang lalu saya menonton episode JUST ALVIN yang
temanya “Make it Happen”. Yang menarik bagi saya adalah ketika seorang
sosok muda yang menjadi salah satu nara sumber pada episode tersebut.
Merry Riana. Sebelum saya tidak pernah tahu siapa sosok perempuan yang
berusia 32 tahun tersebut.
Ternyata Wow….
Merry Riana adalah perempuan keturunan tionghoa yang lahir di
Indonesia. Ia melanjutkan studinya di Nanyang Technology University
(NTU) Singapura.
Ternyata kuliah di Singapura bukanlah pilihan
awalnya. Pada tahun 1998, Ia semula berkeinginan untuk kuliah di
Universitas Trisakti. Ternyata orangtuanya mengkhawatirkan akan
keselamatannya untuk berkuliah di Indonesia mengingat kerusuhan mei
1998. Walhasil orangtuanya mengirimkannya ke Ke NTU Singapura untuk
berkuliah di sana. Karena orangtuanya kaya? BUKAN. Ia kuliah di sana
karena hasil pinjaman orangtuanya 40.000 dolar. Utang itu harus Ia
lunaskan setelah Ia selesai kuliah.
Untuk kuliah
sehari-harinya Ia hanya sarapan mie instant setiap paginya dan dua
keeping roti tawar di siang harinya. Malam harinya Ia rajin untuk ikuti
acara sehingga mendapatkan makan malam gratis. Jika Ia bisa makan sayur
dan tahu 1 dolar di kantin itu sudah luarbiasa.
Singkat
cerita. Ia tamat. Dan diusia 20 tahun membuat sebuah resolusi untuk
kebebasan financial. Maka di usia 26 tahun Ia berhasil membebakan diri
dengan utang keluarganya dan mencapat 1 juta US dolar.
Hal yang
paling berkesan dari dia adalah kalimatnya tentang “Don’t be yourself,
but BEST self. Maka kerja keras, kerja cerdas tentu akan mewujudkan
kejar tuntas. Haruskan mengeluh dan menyalahkan orang lain ketika
dituntut untuk kerja keras?
Lalu masihkan ada yang mengeluh bagi
kita untuk bermalas-malasan kalau dengan keterbatasan saja bisa meraih
mimpi. Semoga dengan kelebihan yang ada tentu akan semakin giat untuk
mewujudkan segala keinginan?
Ada yang setuju?