Salah satu tempat favorit saya ketika kecil adalah berkunjung ke rumah nenek di Peureulak tepatnya di desa Lhok Dalam. Apalagi jika libur telah tiba. Maka rumah nenek adalah pilihan utama untuk menghabiskan libur sekolah. Dengan jarak tempuh sekitar 60 menit dari Langsa, membuat pilihan berlibur ke rumah nenek adalah menjadi penting. Rumah Nenek dari sebelah Ibu saya adalah rumah panggung untuk bagian depannya dan bagian belakang rumah biasa. Perkarangannya yang luar menjadi alternative tempat bermain yang asyik.
Di perkarangan yang luas ada pohon jambu air, yang bilang
sedang berbuah, maka dengan cucu nenek yang lain kami akan menampung buah yang
jatuh dengan sprei yang dipegang setiap ujung-ujungnya dan satu orang akan
memanjat pohon tersebut hingga buah itu berjatuhan. Kegiatan ini sangat seru karena
para cucu, tante dan lainnya akan berlomba-lomba untuk saling mengarahkan kain
seprei itu.
Selain itu, ada lahan berupa kolong di bawah rumah nenek
yang bisa dijadikan arena bermain masak-masakan. Bunga-bunga dan pohon lainnya
yang berada di sekitar rumah nenek menjadi sasaran tangan kecil kami. Tak sampai di situ saja saya sangat menikmati
buah kedondong yang berada di perkarangan rumah nenek serta pohon kelapa.
Bagian seramnya, tak jauh dari rumah nenek, ada sebuah
sungai. Saya suka bermain ke sungai meski tidak berani untuk mandi karena takut
buaya. Bahkan sepupu sempat terpelosok ke dalamnya dan segera kami tarik
kemudian tutup mulut ramai-ramai biar tidak kena marah.
Sayangnya, sudah lama saya tak berkunjung ke rumah nenek
tersebut. Nenek sudah meninggal ketika saya kelas satu sekolah menengah dan
kakek sudah lebih dahulu meninggal. Sejak nenek meninggal, rumah itu dihuni
oleh almarhumah kakak dari ibu saya. Kemudian di huni oleh anak kakak ibu
tersebut. Setelah mereka memiliki rumah sendiri, maka rumah itu disewakan atau
kosong begitu saja.
Lebaran tahun lalu sepupu
menghabis lebaran kedua di rumah nenek. Sayangnya saya tidak hadir
karena harus berlebaran di rumah mertua di Medan. Banyak hal yang ingin saya
ceritakan tentang rumah nenek karena ada banyak bab yang perlu untuk dinikmati
kembali.




