Tuesday, December 18, 2012

Are you a Moslem

Hari ini, saya melakukan observasi di International Language Institute (ILI). Dari pukul 6.00 pm sampai dengan 9.00 pm. Saya mengikuti saran dari seorang teacher di sana. Kelak kamu menjadi guru, banyak hal yang akan dapat kamu lakukan. Saya mengamini ucapannya. Ya kapan lagi kalau bukan sekarang? Kelas observasi saya adalah kelas untuk refugee yang berasal dari berbagai negara. Dan aneka ragam usia. Dari yang muda usia hingga “elderly people”. Saya menikmati kelas itu bahkan sedikit “bermain” dengan student di sana. Apalagi ketika menjadi partner saya adalah seorang nenek yang berasal dari Polandia. Namanya Izabela Gizegizolka. Ia mengeja satu kata demi kata, membuka kamus, dan juga menanyakan ini itu. Saya kagum pada semangat belajarnya. Ia tak malu untuk melafalkan apapun. Intinya belajar. Ia ingin dapat bercakap-cakap bahasa Inggris dengan lancar. (Sama dong, Nek Izabela!). Ia berharap kami dapat berjumpa lagi hari yang akan datang. Saya menjelaskan padanya bahwa kehadiran saya di sini hanya untuk obeservasi. Someday I hope, Izabela.

Jam 7.30 malam, jam istirahat. Saya memutuskan untuk berada di laboratorium komputer, seraya membaca beberapa artikel di internet. Limabelas menit hampir saja berlalu. Seorang perempuan paruh baya tersenyum dan mendekati saya. Ia menyapa sambil memperkenalkan dirinya. Saya hanya dapat mengingat negara asalnya. Equador. Tapi tidak dengan namanya. Sedetik kemudian Ia melontarkan pertanyaan yang membuat saya kaget plus senang. “Are you a moslem?” Yes! Dia tahu kalau saya moslem. Saya menggangguk pasti. “Saya tertarik dengan agamamu. Ada hal yang ingin saya tanyakan.” Please. Dengan senang hati saya akan menjawab. Ia menganggap bahwa Islam agama meditasi. Saya tak mengerti pemahaman meditasi menurutnya. But, Saya harus meluruskan pemahamannya. Tekad saya. Namun, ah waktu istirahat berakhir. Ia harus masuk ke kelasnya. Ia meminta email saya. Kesalahan saya adalah saya tak sempat meminta emailnya. Saya ingin membantu dia memahami Islam. Atau paling tidak meluruskan apa yang Ia pikirkan selama ini. Sejak pertemuan sore itu, saya tak pernah lagi berjumpa dengannya.

Dan, sampai hari ini, saya terus menunggu email darinya dalam Inbox saya.

ILI,
August 24, 2006

Homedecor Ala Seri's Choice

Bagi pencinta drama korea, tentu drama seri Crash Landing On You (CLOY) meninggalkan kesan yang begitu mendalam bagi pecinta drama te...