Tak
ada satupun yang dapat menolong bila menyangkut dengan keputusan yang
Diatas. Atau meminta-Nya untuk menunda barang sepersekian detik agar
diberikan kesempatan walaupun sesaat. Semuanya sia-sia.
Apa
yang terjadi ketika Ayah yang dianggap jauh lebih perkasa secara fisik
dibandingkan Ibu tak juga kuasa menolong buah hatinya yang terhempas di
depan mata begitu saja.
Tsunami
tak pilih kasih untuk memilih siapa saja yang ingin Ia jemput untuk
ikut serta bersamanya. Semuanya meninggalkan sesuatu yang membekas juga
pada seorang laki-laki. Tetap saja airmata yang mewaikili bilamana Ia
tak mampu menolong putrinya tercinta.
Apa yang mampu Ia lakukan ketika buah hatinya mengucapakan kata “Ayah, tolong Bila….”
Tak
ada! Ia tetap rapuh dan tak mampu melakukan apapun begitu gelombang itu
menarik putrinya dalam rangkulan. Hanya doa yang mampu Ia ucapkan
“Tuhan, lindungilah putri saya, Bila…” Dan Ia hanya menatap pilu
kepergian buah hatinya dengan sekejap.