Tuesday, December 18, 2012

Pelajaran Cinta dari Tsunami

Tsunami pergi setelah Ia mengambil dengan “paksa” siapa saja yang saya cintai. Tanpa peduli bagaimana kehidupan saya sesudahnya. Sedih pasti. Kehilangan juga. Tapi apa boleh dikata kalau ternyata saya harus belajar dari semua itu. Tentang apa yang tidak saya sukai. Tentang kenyataan yang tak selalu sesuai dengan harapan.
Terlepas semua itu tsunami meninggalkan jejak yang begitu mendalam. Saya belajar banyak hal darinya. Belajar untuk kehilangan orang-orang yang saya cintai. Sebelum tsunami datang, jarang sekali bahkan hampir tak pernah saya belajar untuk bersiap-siap jika Dia akan mengambil orang-orang yang saya kasihi dan sayangi. Kalaupun ada, saya tidak mampu melewati babak itu dengan baik. Selalu saja ada episode sesal mengapa itu terjadi pada saya. Atau airmata, lama baru menyusut dan itupun saya lewati dengan amat sangat terpaksa. Saya ingin ending setiap episode seperti yang saya harapkan. Semua luput kalau ada “sutradara” yang tidak bisa saya atur skenarioNya.
Tsunami datang, saya belajar tentang yang tak mampu saya hadapi sebelumnya. Banyak teori datang sebelumnya untuk saya aplikasikannya. Tsunami mengajarkan itu dengan elegan kepada saya. Ia mengajarkan bagaimana teori tersebut dapat saya aplikasikan dengan baik. Membuat saya menerima semua itu dengan lapang. Membuat saya tak harus menyesali apa yang telah terjadi pada saya. Putaran episode yang tampak manakala tsunami hadir membuat saya bercermin akan banyak hal di dalamnya.
Saya tak ingin seperti dulu kehilangan moment untuk menguji seberapa besar dalamnya cinta saya padaNya. Ada kenikmatan yang saya nikmati dan semua itu tak mampu saya ukur dengan logika semata. Saya ingin membaca cintaNya dari setiap pelajaran yang diwariskan lewat tsunami. Tenyata semua itu beda dari prasangka saya sebelumnya. Sebuah kesimpulan dapat saya tarik: SAYA SALAH.
Ada berjuta hikmah yang saya rasakan dari balik tsunami yang telah memporak- porandakan harapan hidup yang saya miliki. Lapang dada yang jarang saya miliki justru itu, kini saya punyai. Saya jadi lebih tenang memandang hidup saya ke depan. Saya jadi orang yang lebih arif--menurut saya—untuk melihat masa depan yang akan saya terima nanti. Saya menemukan mutiara yang saya selami hingga dasar. Ternyata tsunami menyisakan cintanya untuk saya. Betapa bahagianya saya.

Homedecor Ala Seri's Choice

Bagi pencinta drama korea, tentu drama seri Crash Landing On You (CLOY) meninggalkan kesan yang begitu mendalam bagi pecinta drama te...