Tuesday, December 18, 2012

Mana Hadiahnya?

Semalam telpon ke Aceh.

Dari ujung seberang sana, si bungsu mengangkat telpon. Sebenarnya, tujuan menelpon kali ini adalah untuk bertanya tentang sekolah mereka. Apalagi tahun ini adik perempuan saya akan tamat sekolah menengah pertamannya. Saya benar-benar takutJ, soalnya berita banyaknya siswa yang tidak lulus setiap tahun, membuat saya tidak tenang. Jangan-jangan adik saya………..ih serem deh.

“Adek, ngapain?”

Pengennya sih tanya langsung, “Lulus gak?” tapi ya itu. Takut aja he..........kalau-kalau.......

“Kak Intan, adek gak lulus.” Suara adik saya di ujung sana membuat saya, what?

Bener gak?

Saya jadi ingat protes abangnya, adik cowok yang paling kecil, fachrul.
Sering kali protes sama saya. Menurutnya, Adik perempuan saya jadi malas belajar ya karena buku-buku cerita yang saya belikan untuk dia sejak Ia sudah dapat membaca.

“Ya gara-gara kak intan, selalu membelikan dia buku-buku cerita.” Si Abang protes berat karena jika pelajaran matematika, adik perempuan saya akan menanyakan atau minta Ia untuk menjelaskan kembali teori-teori matematika pada dia.

Adik perempuan saya pernah menangis, gara-gara si abang jual mahal, tidak mau mengkoreksi pekerjaan rumah untuk pelajaran matematikanya. Pasalnya, untuk pelajaran matematka, adik perempuan saya tidak percaya kecuali sama abangnya itu.

Nah kalau sang abang sudah mengkoreksi PR nya, baru dia tersenyum. Sang abang begitu mudah mendapatkan nilai exacta yang begitu memuaskan, tidak begitu dengan adik perempuan saya. Ia harus extra belajar untuk pelajaran exacta.

“Makanya adek gak pintar. Sukanya baca buku cerita terus” Protes dia lagi.

Setiap saya menelpon ke Aceh pasti saya mendengar cerita-cerita tentang adik cowok saya tersebut protes untuk si Adik, menurutnya yang tidak rajin belajar.

Saya sebagai pihak tertuduh he.....mencoba untuk membela diri.

“Tapi kemampuan bahasa adek  bagus. Coba berapa kali adek ikut lomba story telling. Trus, tulisan adek udah pernah di muat untuk majalah nasional, ya kan?”

Dasar, si abang yang tidak mau kalah, lah kalau begitu, juga bisa. Gemes rasanya kalau sudah beragumen sama dia. Mau nya menang terus he......repotkan?

“Yang benar, dek?”

“Gak kok.” Jelasnya sambil tertawa. Deu.........Alhamdulillah. Kalau gak deu kebayang gimana tahu dia gak lulus sekolah.

“Abang rangking satu.”

“Mana hadiahnya, kak intan?.”

Deu....ini yang repotnya jadi anak pertama. Adik-adik pada nodong. Nah giliran untuk sang kakak. Mereka selalu berkilah “kami kan belum kerja.

Padahal Kakaknya belum kerja juga. Kasihan amit jadi kakak he..........

Brattleboro, June 24 2007

Homedecor Ala Seri's Choice

Bagi pencinta drama korea, tentu drama seri Crash Landing On You (CLOY) meninggalkan kesan yang begitu mendalam bagi pecinta drama te...