Tuesday, December 18, 2012

Mengapa Umar, Ibu?

Tidurlah, Nak?
Siang sudah menutup pintunya

Sang Ibu bergegas merapikan tempat tidur
Sebuah dipan kayu
Dengan derit yang setia
Saat badan menjatuhkan diri

Sampai detik ini,
Tak juga  Alga Ia miliki
Karena hidup ini tak mengizinkan dia
Meski untuk menyentuh lembutnya sang Alga

Apa yang kau baca, Nak?

Idealisme,
Juga logistik, Bu

Ia tak mendengar
Jawaban sang Anak,

Baginya menutup mata adalah kelegaan
Berharap malam memberitakannya
Tentang kabar gembira begitu Ia melihat matahari

Bu,
Masihkah ada sisa sarapan hari ini?
Perempuan itu hanya mengikatkan rapat kain pinggangnya

kasihan kamu, nak.
beras putih hanya cukup untuk makan siang,
berdoalah agar Umar menjunjungkan sekarat roti untuk mu
agar ibu tak menbuang waktu merebus batu demi menyenangkan hatimu

Mengapa Umar Ibu?
Sebab yang lain berkata
Menyuruh kita bersabar atas lapar
Saat mereka dalam kenyang

Sebab yang lain berkhutbah tentangg kita
Agar
Jangan bersedih
Saat mereka bahagia


Brattlleboro, February 2, 2007

Homedecor Ala Seri's Choice

Bagi pencinta drama korea, tentu drama seri Crash Landing On You (CLOY) meninggalkan kesan yang begitu mendalam bagi pecinta drama te...