Tuesday, December 18, 2012

Oleh-oleh dari Aberdeen Scotland

Assalamu’alaikum Wr Wb,
 
Apakabar semua? Maaf baru kali ini menyapa kalian lagi. Bagaimana kabar di seluruh penjuru? Mudah-mudahan apa yang kita cita-cita akan mudah kita dapatkan. Amin
 
Adik-adik, teman2, abang2 dan kakak2 yang saya cintai,
Alhamdulillah, Tanggal 17-25 April yang lalu, Allah mengizinkan saya untuk melangkah kaki di salah satu bagian Great Britain untuk mengikuti confrence IATEFL (International Teaching English as a Foreign Language)  tepatnya di Aberdeen, Scotland. Kota ini terkenal dengan Granite city. Summer datang maka dinding bangunan di sana akan memancarkan cahaya yang indah.
 
Saya tidak ingin bercerita panjang tentang keadaan kota tersebut. Tapi saya ingin berbagi pengalaman saya ketika mengikuti conference itu sebagai peserta. Banyak delegasi datang dari seluruh penjuru dunia. Tapi tidak sempat mengenal banyak orang yang datang dari berbagai negara. Seminarnya berlangsung dari 19-22 April 2007.
 
Apa tujuan conference ini? Tentunya untuk menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa International. Ada banyak topik yang dibahasa dalam conference ini dan setiap topik terbagi pada banyak section, sehingga membingungkan banyak orang untuk memilih section yang mana. Ada 18 topic yang dibahas Applied Linguistic, Bussiness English, ELT Management, EAP (English for Academic Purposes), ESP (English for Specific Purposes), ESOL, General, Young Learner, Teacher Development, Teacher Training & Educator, Testing, Evaluation dan Assessment, Global Issue, Learner Autonomy, learning Technology, Literature, Media & Cultural, Material Degree, Pronunciation dan Yang terakhir reasearch.
 
Dengan berbagai kelas setiap harinya, benar-benar membingungkan, apa yang harus saya pilih? Akhirnya saya memutuskan untuk memasuki setiap topic yang tertera setiap satu section. Saya berharap dapat memasuki semua section, tapi keterbatasan waktu membuat itu tidak memungkinkan. 
 
Saya melihat, mendengar dan merasakan sekali bagaimana mereka mengorganisir dan mengemas semua itu dengan rapi dan terencana. Dari materi yang mudah diakses hingga kreatifitas yang mereka ciptakan, bagaimana agar siswa yang belajar bahasa Inggris dapat memahami bahasa tersebut dengan mudah.
 
Dan lagi, percaya atau tidak bahasa Inggris adalah bahasa yang sukses sebagai lingua franca. Setiap orang memilih untuk belajar bahasa inggris. Sadar atau tidak sesekali terbersit di hati, ada sebuah kebanggaan jika kita dapat berbicara seperti native speaker.
Saya tidak menyalahkan siapa saja untuk belajar bahasa Inggris. Karena mengutip kata seorang teman yang sedang kuliah di Khartoum university, Sudan, kemampuan belajar bahasa lain adalah memudahkan kita untuk berdakwah kepada orang lain.
 
Pesan seorang teman tersebut sedikit melucuti saya untuk belajar bahasa Inggris dengan tekun. Sebab saya melaluinya semua dengan segala keterpaksaan tidak dengan hati yang lapang. Sebut saja, saya belajar bahasa inggris di pesantren, karena itu kewajiban. Dan di universitas, saya harus belajar bahasa karena diharuskan sebelum tamat untuk mengikuti test toefl dan lulus sesuai dengan standar yang ditetapkan. Jika tidak, harus mengulangi lagi sampai lulus baru dapat mengikut sidang terakhir. Jadi ingat akan sebuah tulisan, Education as enforcement. Semua dilakukan dengan terpaksa.
 
Jadi, kata teman, belajar bahasa untuk dakwah, Intan.
 
Saya bukan orang yang tertarik untuk belajar bahasa, maka Saya mulai memperbaharui niat. Memompa kembali semangat untuk belajar bahasa. Tapi mengapa hanya bahasa Inggris?
 
Bagaimana dengan bahasa Arab? Apakah belajar bahasa Arab juga bukan dakwah? Tentu saja itu penting. Karena setiap lima waktu kita melafalkannya tapi semua itu kering dengan makna. Kita perlu belajar bahasa Al-quran itu, agar dapat memahami makna yang terkandung di dalamnya.
 
Kembali pikiran saya terganggu di tengah hiruk pikuknya conference, ketika membolak balik CD, buku bacaan dan hal lain yang sangat mendukung saya untuk mempelajari bahasa penjajah ini (istilah saya untuk bahasa inggris). Saya ingin sekali memiliki CD dan buku yang menarik untuk kembali mengingatkan semua fi’il2 itu. Dimanakah saya mendapatkannya? Atau jika pun ada, saya menemukannya bukan penerbit Islam.
 
Dimana kita sekarang? Mengapa untuk memperkenalkan bahasa Arab tidak seperti yang dilakukan orang-orang Eropa dan Amerika dengan metode yang sangat attraktif.
 
Adakah conference yang serupa dengan ini?
 
Saya menanyakan kepada salah satu student yang kuliah di Al-Azhar, Cairo.
 
Dan jawabnya, "gak tahu"
 
Ah......
 
Brattleboro, April 30, 2007

Homedecor Ala Seri's Choice

Bagi pencinta drama korea, tentu drama seri Crash Landing On You (CLOY) meninggalkan kesan yang begitu mendalam bagi pecinta drama te...