Kamis kemarin, saya berkeinginan menuju rumah mbak Lia yang berada di North Village, kawasan accomodation campus of University of Massachussets, Amherst.
Berangkat dari Brattleboro, Vermont sendiri naik bus. Perjalanan hanya
memakan waktu 1 jam. Meskipun terlambat setengah jam dari schedule bus,
Alhamdulillah akhirnya saya tiba juga dengan selamat di Norhampton.
Saya sempat berkenalan dengan salah seorang yang baru datang dari
Indonesia di pemberhentian bus, Hamam, yang kebetulan sedang mengikuti
Teacher Summer Institute. Dari Northampton harus naik bus lokal untuk ke
Amherstnya. Hanya 15 menit. Turun di tempat bus stop saya langsung
jalan a few steps untuk naik shuttle bus sekitar kampus. Perjalanan yang melelahkan. Apalagi kondisi kesehatan yang lagi down.
Saya
melihat seorang perempuan separuh baya. Ia tersenyum pada saya. Melihat
gelagatnya yang ramah, saya menanyakan bus yang menuju ke North
Village, tempat sahabat saya tinggal.
“I am not sure the next coming bus. But we can ask to the driver.”
“Oh thank you.” Ujar saya padanya.
Tak lama duduk di bangku yang tersedia dan dibawah panas matahari, tba-tiba Ia menggeluarkan sebuah buku dari dalam tasnya.
“Do you want this book?” Tanya tanpa basa-basi.
Saya
kaget dan melihat kearahnya untuk memastikan bahwa saya tidak salah
mendengar apa yang Ia katakan tadi. Saya melirik ke arah judul buku. Why
I Am A Muslim.
Saya melihatnya lagi untuk memastikan tawarannya itu.
“I
found this book. I want to give to you instead of library” Akhirnya
saya pun mengambil buku yang diberikannya. Mimpi apa saya semalam ya?
Singkat cerita, saya memutuskan untuk berkenalan dengan dan mengambil buku yang Ia berikan.
Sambil mengulurkan tangan, “Hi, my name is Intan. I am from Indonesia. Nice to meet you.”
“Oh good. My name is Emiliy. Nice to meet you too.”
Begitulah perkenalan itu.
“Are you a student of Umass?”
“Not. I am not.
Mata saya kembali asyik membaca nama pengarang buku tersebut, Asma Gull Hasan.
“I have a lot of potatoes and Cabbage. Do you want?”
Ini kali kedua saya kaget. Mimpi apa saya semalam?
“Oh no thank you.”
“It’s okay. Katanya
“Saya punya banyak.” Tambahnya lagi. Saya melihat ke arah tas nya. Ia mengeluarkan satu persatu sayur yang dimaksud.
Aduh bawa sayur. Saya melihat ke dalam tas saya. Udah penuh.
Jadi ingat lagu si Kecil Tasya. Pamanku dari Desa. Ya sudah. Saya pun
menerima sayur yang dia berikan. Tak lama kemudian, Bus pun tiba. Rada
segan kalau kelamaan duduk di situ, khawatirkan kalau tiba-tiba dapat
harta warisan. Emang yakin dapat? Yakin gak dapat maksudnya. He........
“Bye..” Goodbye
saya pada perempuan itu. Jadi ingat pesannya pada saya, setelah kamu
baca buku itu, berikan juga buku itu pada orang lain. Biar ada yang
membacanya.
------------------
“Nih sayur.” Kata saya.
Cerita pun mengalir.
“Ni rezeki siapa?”
“Tau tuh.” Jawab saya sambil tertawa geli he.............