"Winners never quit, Quitters never win"
(Anonim)
Penemuan terbesar dalam generasi saya adalah bahwa kita dapat merubah hidup kita dengan merubah pola pikir kita" (William James)
Hidup Sukses Tanpa Menyerah
Sukses Itu Pilihan! Menyerah adalah Kegagalan
Apa
yang terbesit dibenak ketika dua kosakata sukses dan gagal muncul
bersamaan dibenak? Hmmm....pastilah gagal menjadi musuh besar setiap
orang. Sebaliknya, sukses
menjadi impian seluruh umat manusia. Loh emang ada orang yang gak pengen
sukses? He...pasti dia bukanlah makhluk di bumi ini.
Acapkali
kita merasa bahwa sukses bukanlah miliki kita. Hati-hati loh dengan
prasangka diri sendiri sebab sering kali pikiran seperti itu yang
membuat kita terhambat untuk maju. Si Om Galileo bahkan pernah mengatakan "Hati-hati dengan pikiran Anda".
Jangan
sesekali kamu mengeluarkan kata “Ah, mana mungkin saya dapat melakukan
itu” atau “Gak deh, itu pasti bukan punya saya.” Atau “Mimpi kali ye
saya bisa seperti itu” atau ...... jangan malah ucapanmu itu yang
menghambat dirimu untuk mencapai apa yang kamu inginkan. Iiiih ...
seramkan.
Ternyata
selama ini kamu mencari alasan-alasan atas ketidakmampuan kamu
melakukan sesuatu dan alasan itu datang dari diri kamu sendiri. Yang
penting jangan takut untuk mencoba sesuatu, selama itu tidak
membahayakan dirimu.
Pernah
baca buku karangan Paulo Coelho, Sang Alkemis-novel spiritual tentang
realitas impian anda: “Jika kamu ingin melakukan sesuatu dan
bersungguh-sungguh untuk mencapainya, maka alam akan membantumu untuk
mendapatkan apa yang kamu inginkan.”
Ingat!
Kesuksesan
itu milik semua orang. Jadi kamu tak berhak untuk mengklaim bahwa tak
mungkin kamu bakal sukses seperti orang lain. Sebenarnya halangan besar
yang harus kamu jauhi adalah pikiran buruk yang melintasi di dirimu
sendiri bukan dari sekitarmu. Seluruh otot syarafmu akan bekerja untuk
menguatkan tekadmu jika kamu telah berniat melakukan sesuatu dengan
sungguh. Nah, jika kamu memiliki keinginan untuk melakukan itu, maka
sebenarnya jalan telah terbentang tinggal melalui dengan segala
persiapan yang telah matang tentunya. Ceille.......
Perhatikan ilustrasi berikut ini:
Abraham lincoln
- Gagal dalam bisnis/bangkrut, 1831
- Dikalahkan dalam pemilihan legislatif, 1832
- Bisnis kembali bangkrut, 1834
- Tunangan meninggal dunia, 1835
- Nervous breakdown, 1836
- Dikalahkan dalam pemilihan legislatif, 1838
- Dikalahkan dalam pemilihan untuk U.S Congress, 1843
- Dikalahkan dalam pemilihan untuk U.S Congress, 1848
- Dikalahkan dalam pemilihan U.S Senat, 1855
- Dikalahkan dalam pemilihan untuk U.S Vice President, 1856
- Dikalahkan dalam pemilihan U.S Senat, 1858
- 1860, Abraham Lincoln, berhasil Menjadi Presiden USA!!,
- Dikalahkan dalam pemilihan legislatif, 1832
- Bisnis kembali bangkrut, 1834
- Tunangan meninggal dunia, 1835
- Nervous breakdown, 1836
- Dikalahkan dalam pemilihan legislatif, 1838
- Dikalahkan dalam pemilihan untuk U.S Congress, 1843
- Dikalahkan dalam pemilihan untuk U.S Congress, 1848
- Dikalahkan dalam pemilihan U.S Senat, 1855
- Dikalahkan dalam pemilihan untuk U.S Vice President, 1856
- Dikalahkan dalam pemilihan U.S Senat, 1858
- 1860, Abraham Lincoln, berhasil Menjadi Presiden USA!!,
You cannot fail... Unless you Quit!!
Bayangkan
selama lebih dari 25 tahun Abraham Lincoln adalah seorang "juara
gagal". Jadi sebenarnya kegagalan itu tidak ada selama Anda terus
berjuang, bertahan, belajar dari kesalahan dan mencari cara yang lebih
baik mencapai kemenangan. Lain halnya jika Anda berhenti mencoba maka
pada saat itulah Anda pantas disebut sebagai orang yang gagal alias
pecundang!
Abraham
Lincoln yang gagal puluhan tahun, Thomas Alfa Edison yang gagal ribuan
kali dalam uji coba lampu pijar. Colombus yang mengatakan dunia ini
bulat ketika orang lain mengatakan dunia ini datar. Wright bersaudara
yang ingin agar manusia bisa terbang. JF Kennedy yang ingin manusia bisa
ke bulan dll adalah contoh-contoh manusia yang agak "gila" dan karena
keuletannya yang luar biasa hebat inilah hidup mereka bermanfaat bagi
banyak orang. Jadi terkadang Anda harus berani melakukan hal-hal yang
berbeda dimana orang biasa tidak mau atau tidak berani melakukannya.
Menuliskan daftar kegagalan/kesedihan
Menuliskan daftar kegagalan/kesedihan
Berapa
kali kamu mengalami “Kegagalan” dalam artian cita-citamu itu belum
tercapai. Jadi, bukan berarti kamu belum mencapainya. Kamu perlu sedikit
lebih giat dan gigih mengejar target-target untuk membuat hidumu lebih
berart. Ingat ya? Jangan pernah ada kamus gagal kalau kamu sendiri belum
melakukan seluruh step-step tersebut. So, kegagalan terbesar dalam
hidupmu adalah ketika kamu gagal untuk mencoba. Refuse to give up!
Nah
sekarang kamu perlu menulis beberapa hal yang kamu belum tercapai untuk
itu. Terserah deh dari mana kamu memulainya. Mungkin kamu bisa memulai
impian sejak kamu di taman kanak-kanak.
Analisa kegagalan
Kurang
tepat rasanya kalau kamu harus menganalisa kegagalan. Bagaimanapun saya
kurang sreg menggunakan istilah gagal untuk sesuatu yang belum
tercapai. Kesuksesan yang tertunda kali ya? Mungkin, menurut hemat saya,
kamu hanya perlu mundur untuk maju ke langkah berikut. Kamu perlu
melihat dan menganalisa benarkah caramu untuk melakukan dan mendapatkan
sesuatu. Mungkin saja cara yang kamu lakukan salah sehingga sesuatu itu
tertunda untuk kamu lakukan.
Dalam
menganalisa kegagalan, ada beberapa hal yang perlu kamu lakukan, untuk
bertindak lebih baik dalam mengambil setiap keputusan yang mempengaruhi
hidupmu tentunya.
1. Sudah matangkah rencanamu?
Selama
ini kamu memiliki keinginan untuk mencapai sesuatu dan itu melibatkan
banyak orang. Artinya kamu bekerja dalam satu team. Mustahil rasanya
jika rasanya dalam perjalanan kamu, tidak mengalami benturan di
sana-sini, misalnya. Kamu perlu mengevaluasi penyebab yang membuat
segala sesuatu tidak tercapai. Setelah ricek sana sini, ternyata kamu
melibatkan orang-orang yang tidak kompeten dalam menyusun rencana
tersebut. Ingat, untuk mencapai suatu kamu butuh orang-orang yang
kompeten selain rencana yang telah disusun dengan matang.
2. Itukah keahlianmu?
Selama
ini kita telah terbiasa dengan kondisi yang kurang memperhatikan
keahlian. Kalau bahasa kerennya “The right man on the right place”.
Kira-kira, skill itu kamu kuasai gak ya? Artinya, apakah pekerjaan atau
sesuatu yang kamu lakukan sesuai dengan kemampuan yang kamu punyai.
Janganlah memandang kemampuan itu secara generalisasi. Ingat, Allah
menciptakan makhluk itu dengan kemampuan yang berbeda.
Kamu
tak perlu memaksimalkan kemampuan akan tetapi cukup dengan
mengoptimalkannya. Contohnya, misalnya kamu punya kemampuan tujuh. Tak
perlu ngotot untuk menaikannya menjadi delapan. Namun cukuplah
memberdayakan seluruh kemampuan yang kamu miliki. Bukankah Allah tak
pernah memaksa seseorang untuk melakukan sesuatu di luar batas
kemampuannya.
Katakanlah,
kamu ahli di bidang A. Cukup fokus saja pada kemampuan tersebut dan
menjadi tenaga yang profesional dari pada mencoba sesuatu yang bukan
keahlianmu.
Catatan Kecil
- Tulis kelebihan yang kamu punyai
- Apa saya yang membuatmu termotivasi
- Tulislah orang-orang yang selalu memotivasi kamu
- Bagaimaan caramu untuk mendapatkannya (Hmmmm...deskripsikan dengan jelas ya? Agar keinginanmu tercapai.
- Ssssssssssttttt, jangan lupa berdoa ya? Minta sama yang Di Atas agar mudah menjalani semuanya. Ini yang akan terus menguatkan kamu melalui apapun hambatannya.
Jika
kamu berada dimana kondisimu sedang labil dan sulit untuk bangkit. Coba
buka kembali catatan kecil di atas. Kamu akan kembali percaya diri.
Go on, Fren!
Life must go on apapun yang terjadi. (ini filosofi yang terus yang anutJ). So, don’t give up!
Bagaimanapun putus asa adalah kegagalan kamu yang pertama. Terlebih
jika kamu belum pernah mencoba. Berhenti mencoba adalah kegagalan
selamanya. Bagaimana mungkin kamu jadikan barometer hidup untuk menilai
apakah kamu sukses atau tidak, kalau kamu sendiri tidak pernah mencoba.
Apa
jadinya dunia ini jika Thomas Alva Edison berhenti pada percobaan yang
ke 900. Padahal Tomas sukses pada percobaan yang ke 1000. Tapi apa
jawaban Tomas ketika dia ditanya soal penemuan lampu pijarnya tersebut.
“Saya tidak gagal. Bahkan saya menemukan 900 cara yang tidak dapat
membuat lampu pijar.”
Ada beberapa hal yang perlu kamu lakukan agar motivasimu tetap terus terjaga:
- Gali Kemampuanmu
Setiap
orang yang diciptakan Allah SWT di muka bumi ini semuanya memiliki
potensi yang dititipkannya. Salah besar jika kamu menganggap dirimu “I’m
ordinary person”. Semuanya itu bergantung pada dirimu untuk membuat
kamu menjadi orang “biasa atau luarbiasa”. Perhatikan aluminium. Benda
itu tetap aluminium bila tak diubah bentuknya agar orang lain dapat
merasakan manfaatnya.
Berikanlah
manfaat kehadiranmu untuk orang-orang sekitarmu. Jangan pernah merasa
bahwa kamu tak memiliki sesuatupun untuk dibanggakan. Tuhan bisa marah
loh? Bukankah Dia telah memberikan modal yang cukup besar untuk kita
agar survive di alam ini. Tuhan menitipkan berbagai keahlian pada
hambanya. Tinggal kamunya menggali; saya memiliki keahlian apa ya?
Positive thinking, inilah yang perlu kamu jaga agar bisa selalu
menjalani hidup.
- Jangan Bandingkan dirimu
Setiap
orang memiliki kemampuan yang berbeda. Sungguh tak mungkin jika setiap
orang memiliki kemampuan yang sama. Sedangkan hidup ini membutuhkan
banyak hal dari banyak orang. So, it is impossible jika kamu berharap
kamu seperti itu.
Jangan
sama kan dirimu dengan orang lain. Setiap orang memiliki kemampuan dan
keahlian yang berbeda dalam memlakukan sesuatu. Jika kamu memiliki
kemampuan A dan orang lain memiliki kemampuan B. Itu wajar dan harus.
Sangat tidak mungkin kita diciptakan dengan kemampuan yang sama. Oleh
karena itu, tidaklah semestinya kamu berharap memiliki kemampuan seperti
yang dimiliki orang yang lain.
Ingatkan
Dr. Howard Gardner, Co-Director of Project Zero dan profesor pendidikan
di Hardvard University. Menurutnya dalam buku Frames of Mind, tahun
1983, bahwa kita, manusia dianugerahi Tuhan 7 intelligence. Kemampuan
itu yaitu: Linguistic Intelligence (kecerdasan linguistik),
Logical-mathematical intelligence (kecerdasan logika-matematika),
Spatial Intelligence (kecerdasan Intelligence), Bodily-kinestetic
Intelligence (Kecerdasan kinestetik-tubuh), Musical Intelligence
(kecerdasan musik), Interpersonal Intelligence (kecerdasan
interpersonal), dan yang terakhir adalah Intraperseonal Intelligence (
kecerdasan intrapersonal).
Nah,
sekarang pertanyaannya, Yang manakah kemampuanmu. Jangan ada sebersit
kalimat yang keluar drimu bahwa tak satupun dari kemampuan di atas kamu
punyai.
Ingat,
asahlah apapun yang kamu punyai meski itu kecil. Padahal jika kamu
mengasah apa yang kamu miliki bisa jadi kamu lebih hebat dari orang yang
kamu bandingkan tersebut. Bukankan cabe rawit yang kecil mampu membuat
matamu berair.
- Plan Your Future
Rencanakan
hidupmu. Buatlah target-target yang harus kamu capai. Atau kamu juga
dapat mengubahnya sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhanmu. Selain
agenda harian, kamu juga perlu membuat agenda mingguan, bulanan dan
tahunan. Bahkan, selain agenda di atas kamu juga perlu memiliki rencana
untuk lima sampai dengan sepuluh tahun kemudian.
Eit,
sebelum saya menutup tulisan ini saya ingin mengutip satu pendapat yang
bertenaga dari Thomas Carlyle yang saya kutip dari novel ayat-ayat
cinta karya Abdurrahman El-Shirazy: “Seseorang
dengan tujuan yang jelas akan membuat kemajuan walaupun melewati jalan
yang sulit. Seseorang yang yang tanpa tujuan, tidak akan membuat
kemajuan walaupun Ia berada di jalan yang mulus.”
Karena itu, ubah hidupmu dan buat agar lebih bermakna.
So, tunggu apa lagi. Mulailah, sekarang untuk membangun mimpimu.
Catatan Hari;
Dari berbagai sumber
Sampai jumpa ditulisan berikutnyaJ