Tuesday, December 18, 2012

I don't know

Namanya Congstance Cogswell. Saya merasa sedikit kesulitan ketika memanggil nama panjangnya itu. Tapi nama kecilnya lebih mudah untuk diingat, Connie. Mulanya, saat pertama kali bertemu dengannya, saya merasa tak nyaman. Gaya bicaranya persis seperti orang hangover. Apalagi ketika teman-teman yang lain “menakuti”. “Jangan-jangan dia pemabuk, Intan. Hati kecil saya menolak. Mustahil rasanya ILI, memilih orang yang salah untuk menjadi host family. Hati saya sedikit agak tenang, ketika hati kecil menguatkan saya. Dan Ia pun tahu ketika saya merasa tidak nyaman dan gugup bertemu dengan sesuatu yang baru. Saya hanya tersenyum ketika dia tahu. Lalu katanya, saya akan membuatmu merasa nyaman di rumah saya, Intan. “Don’t worry, Intan.”

Malam pertama kehadiran saya di rumahnya, Ia menawarkan bantuannyanya untuk menemani saya mencari makanan, sekedar untuk menganjalkan perut. Ia tahu saya menghabiskan waktu 22 jam perjalanan udara. Katanya ada gado-gado. Saya hanya mengikuti sarannya. Sedikit penasaran sih dengan gado-gado yang Ia maksud. Tapi, tak apalah. Benar ternyata dugaan saya, jelas ini bukan gado-gado Indonesia tapi “goda-goda”(gado-gado ala Amerika). Wajah saya terlihat berkerut, saat suapan pertama saya nikmati. “Is it differennt, Intan? Tak mungkin rasanya berbohong. Expresi wajah saya telah menjelaskan semua tentang rasa gado-gado itu. “Little bit different.” Ujar saya berbohong. It’s not a little bit, but totally different.  

Dan, Ia benar-benar memenuhi janjinya. Ia memberikan kamar yang begitu nyaman. Dengan design yang begitu menawan. Walaupun saya tahu, bahwa rumahnya tidaklah begitu tertata rapi. Tapi tidak untuk kamar tidur saya. Ia melakukan itu. Ia ingin, saya benar-benar senang tinggal dirumahnya. Tak hanya itu, dilain waktu, ia memberikan sekaleng permen karet untuk menemani saya belajar. “Kalau nanti habis, beritahukan saya ya?” Belum lagi pemberiannya yang lain. Dari rok, bross, teflon yang masih berkotak, kembang dll. Sering kali Ia menawarkan ini itu untuk saya.
Soal makanan, Ia tahu saya begitu strict. Sering kali saya harus mengecewakannya. Sering kali saya harus menolak tawarannya. Atau jika saya menerima tawaran masakannya, saya harus memastikan bahwa makanan yang dimasaknya benar-benar “aman” untuk saya makan. “Sorry, Connie, I can’t eat it.” Okay, intan. Saya menyesal tidak bisa menerima tawarannya. I do love my God.

Suatu hari, Ia memasak makanan, yang sendiri tak tahu apa nama masakannya. Ia menjelaskan bumbu yang Ia memasak. Ia ingin memastikan bahwa saya dapat memakan masakannya. Saya terharu dibuatnya. Ia begitu menghargai keyakinan saya. Ia benar-benar take a good care for  me.

Dibalik kebaikannya, saya menduga, Ia hanya mengexpresskan motherhoodnya. Saya tahu bahwa Ia rindu pada putri semata wayangnya. Lebih dari itu, hubungan mereka tidak lah harmonis. Mereka mempunyai pandangan yang berbeda. Apakah ada orang lain di rumah ini? Itu termasuk pertanyaan pertama yang saya tujukan. Ya. Saya punya seorang putri. Sorry, i don’t tell it. Nevermind.
Belakang hari, Connie mulai bercerita apa saja tentang hidupnya. Ia mulai tak keberatan bercerita tentang putrinya atau yang lain. Hal yang tidak umum dilakukan oleh American. Ya, saya tahu. Ia kesepian. Ia butuh teman bicara. Tidak lebih. Setiap waktu saya makan, Ia selalu berusaha meluangkan waktunya untuk menemani saya. Atau jika tidak dapat melakukannya, seperti biasa Ia meminta maaf.

Dan hari ini, Ia bercerita tentang putrinya yang selalu beda dengannya. Putrinya tak senang dengannya. Padahal ia telah mencoba untuk menjadi ibu yang baik untuknya. Lewat ceritanya, Ia berusaha tegar. “Have you asked to her why she is angry with you?” Ia menggeleng. Dan kemudian meneruskannya dengan tangisan. Saya benar-benar tak menduga. Ia menyimpan sedihnya sendiri. “I don’t know, Intan.”

Kalimatnya itu terus terekam sampai sekarang. Ah, komunikasi masih saja terlalu sulit untuk dipahami.

Northampton, pagi seperti biasanya.


Homedecor Ala Seri's Choice

Bagi pencinta drama korea, tentu drama seri Crash Landing On You (CLOY) meninggalkan kesan yang begitu mendalam bagi pecinta drama te...