Terserah…….
Entah
mengapa saya senang sekali menggunakan kata terserah (tepatnya
terbiasa)bila seseorang menanyakan sesuatu. Dan saya pun baru menyadari
ketika seorang teman menegur saya, tepatnya mengingatkan saya gara-gara
kata terserah tersebut. Ketika itu, saya tidak menggunakan kata terserah
melainkan okay. Nah itu ungkapan yang jelas. Katanya. Ooouuww. Jujur
saja, saya tak pernah menyadari hal itu. Namun hal itu bukanlah sesuatu
yang keluar dari mulut tanpa pertimbangan.
Tak
ada maksud lain atau makna yang tersembunyi dari ungkapan kata terserah
tersebut. Mungkin ini sudah menjadi style saya dalam berbicara. Saya
tak pernah bermaksud untuk mengabaikan orang yang menanyakan sesuatu
atau meminta pendapat pada saya, hanya karena kata terserah yang kerap
kali keluar dari mulut saya (menurut orang lain loh!). Atau saya tak
punya pendapat sehingga kata terserah itu begitu saja berhamburan keluar
dari saya.
Saya
punya pandangan lain mengapa kata ini sering kali saya pilih untuk
mewakili sesuatu yang saya rasakan. Saya ingin menghargai sesuatu yang
ditawarkan orang pada saya. Itu saja. Aneh mungkin itu terdengar. Tapi,
menurut seorang teman ungkapan itu justru membahayakan. Orang akan
berpikiran lain. Ya tentu saja dapat memberikan interpretasi negatif.
Saya
yakin, untuk hal yang negatif, tentulah kata terserah ini tidak akan
saya pakai. Mengapa? Pastilah sangat membahayakan. Apalagi menurut
teman-teman dekat saya, saya termasuk orang yang sangat strict. Jadi
mana mungkin kata terserah ini saya pakai untuk hal-hal yang sangat
prinsipil dalam hidup. Kata itu hanya wujud ungkapan rasa hormat saya
atas tawaran orang lain. Saya akan mengikuti selama tidak menganggu
nilai-nilai kehidupan yang sudah menjadi pilihan saya.
Saya
menikmati setiap sesuatu yang dipilihkan untuk saya apalagi demi
menyenangkan saya. Siapa sih yang menolak tawaran baik orang untuk
kebaikan saya juga. Terserah saja selama yang dilakukan justru tidak
memberatkan hati orang yang menyenangkan saya.
Tapi,....
Gara-gara
kata terserah, saya juga tak ingin maksud baik saya dianggap lain.
Jadi, saya ingin mencari kata lain untuk menunjukan rasa hormat saya
pada orang.