Tuesday, December 18, 2012

My Name is Chris

Sabtu yang lalu, saya baru saja mengiris bawang untuk menggoreng Mie. Tapi belum tuntas irisan bawang, seorang laki-laki berbadan besar muncul tepat pada pintu dapur. O…ow, mungkin ini orang yang Mark maksud, my landlord. Kata Mark, dia akan membersihkan kamar yang kosong, soalnya student yang lain akan datang.
Saya mencoba untuk tersenyum melihat kehadirannya di pintu dapur.
“Hi...,” Dia menyapa saya.
“My name is Chris.” Ia memperkenalkan dirinya.
“My name is Intan and I am from Indonesia.
Sesaat Ia mengernyitkan dahinya.
“Indonesia?”
“Ya?”                                    
Chris begitu senang begitu mendengar nama Indonesia saya sebutkan.
“Why?” Tanya saya heran
“Do you know mount Karakatau?”
Mulanya saya sedikit agak bingung dengan aksennya yang asing ketika menyebutkan nama Krakatau. Dan kemudian, Ia menambahkan keterangannya dengan menyebutkan dua pulau besar, Sumatra dan Jawa. Sesaat saya mengerti apa yang dia maksudkan.
“Yes, I know, Chris.”
Selanjutnya, Ia bercerita banyak tentang peristiwa meletusnya Kratakatau. Hmm...dan saya sendiri malu hati ketika Chris lebih banyak tahu tentang peristiwa Krakatau dibandingkan saya.
“So, why do you know much about Krakatau?”
“Sekarang saya sedang menulis sebuah novel. Dan tokoh utamanya seorang  great grandfather yang banyak tahu tentang meletusnya Krakatau dulu. Dan berasal dari sana. Saya sudah menulisnya sebanyak 300 halaman.
Saya tak mendengar penjelasan Chris selanjutnya. Seorang, Cleaner, sedang menulis novel tentang Indonesia sebanyak 300 halaman? Dan Ia berjanji untuk menanyakan tentang Krakatau lagi dan menunjukan tulisannya. Ah, saya benar-benar tak berdaya dibuat oleh seorang Chris yang hanya seorang cleaner.

Homedecor Ala Seri's Choice

Bagi pencinta drama korea, tentu drama seri Crash Landing On You (CLOY) meninggalkan kesan yang begitu mendalam bagi pecinta drama te...