Sabtu
yang lalu, saya baru saja mengiris bawang untuk menggoreng Mie. Tapi
belum tuntas irisan bawang, seorang laki-laki berbadan besar muncul
tepat pada pintu dapur. O…ow, mungkin ini orang yang Mark maksud, my
landlord. Kata Mark, dia akan membersihkan kamar yang kosong, soalnya student yang lain akan datang.
Saya mencoba untuk tersenyum melihat kehadirannya di pintu dapur.
“Hi...,” Dia menyapa saya.
“My name is Chris.” Ia memperkenalkan dirinya.
“My name is Intan and I am from Indonesia.
Sesaat Ia mengernyitkan dahinya.
“Indonesia?”
“Ya?”
Chris begitu senang begitu mendengar nama Indonesia saya sebutkan.
“Why?” Tanya saya heran
“Do you know mount Karakatau?”
Mulanya
saya sedikit agak bingung dengan aksennya yang asing ketika menyebutkan
nama Krakatau. Dan kemudian, Ia menambahkan keterangannya dengan
menyebutkan dua pulau besar, Sumatra dan Jawa. Sesaat saya mengerti apa
yang dia maksudkan.
“Yes, I know, Chris.”
Selanjutnya,
Ia bercerita banyak tentang peristiwa meletusnya Kratakatau. Hmm...dan
saya sendiri malu hati ketika Chris lebih banyak tahu tentang peristiwa
Krakatau dibandingkan saya.
“So, why do you know much about Krakatau?”
“Sekarang saya sedang menulis sebuah novel. Dan tokoh utamanya seorang great
grandfather yang banyak tahu tentang meletusnya Krakatau dulu. Dan
berasal dari sana. Saya sudah menulisnya sebanyak 300 halaman.
Saya
tak mendengar penjelasan Chris selanjutnya. Seorang, Cleaner, sedang
menulis novel tentang Indonesia sebanyak 300 halaman? Dan Ia berjanji
untuk menanyakan tentang Krakatau lagi dan menunjukan tulisannya. Ah,
saya benar-benar tak berdaya dibuat oleh seorang Chris yang hanya
seorang cleaner.