Ceritanya selama beberapa waktu yang lalu, saya lagi
menikmati artikel-artikel yang berkenaan dengan keuangan dan pengelolaan, (jadi
teringat ketika saya kuliah di ekonomi dulu) dan semangat membaca artikel yang
berkenaan dengan keuangan mungkin karena “menjadi ratu rumah tangga” dan juga
otomatis menjadi “manager keuangan”. Begitulah kira-kiranya.
Tapi kali ini, saya bukan sedang membahas tentang keuangan
rumah tangga he…tapi bagaimana membangun good money habbits sejak sebelum
menikah dan sangat berguna kebiasaan ini untuk kamu setelah menikah nantinya.
Let me begin,
Karena bapak saya bukanlah orang yang bergajian di setiap
awal bulan, tentu saja kebiasaan mengatur keuangan di setiap bulan beda. Bisa
saja awal bulan saya lagi menipis alias keuangan kempis atau akhir bulan saya
makmur…
Karena saya anak
pertama, dan kuliah di dua tempat
Karena adik saya
yang kedua dan ketiga kuliah dengan jarak yang dekat dengan saya,
Maka...saya perlu
hati-hati menggunakan uang bulanan yang dikirim orangtua kepada saya yang cukup
dan tidak lebih.
Hal yang saya lakukan ketika itu adalah:
1. Saya harus punya tabungan minimal 3 bulan. Jadi kalau
terjadi apa-apa dengan ortu saya, saya masih punya saving uang untuk 3 bulan
berikutnya sambil ancang-ancang, apa yang akan saya lakukan jika…
2. Saya harus punya komitmen untuk beli baju baru, jilbab
baru dan sejenisnya hanya dengan dana hari lebaran yang dikasih ortu. Kalau pun
ada keinginan untuk itu, maka saya harus pastikan bahwa saya punya uang yang
cukup di tabungan untuk saving ke beberapa bulan dan untuk kebutuhan primer
saat itu.
3. Apa yang saya lakukan dipoint no. 2 itu, ternyata dalam
financial planning dikenal dengan istilah dana darurat yang harus dimiliki bagi
setiap lajang, yang menikah atau sudah pensiun.
Tapi… buat yang katanya bisa makan aja sulit atau bisa pergi
kuliah aja sudah Alhamdulillah…oke….ini hal yang paling penting untuk digaris
bawahi:
Good money habbits harus dimulai sejak remaja. Maksudnya
jika ada uang ditangan tentulah prioritas untuk membeli hal-hal yang primer.
Misalnya, sudah ada uang malah beli baju baru, jilbab baru atau ganti HP, beli
rokok dan hal lain yang tak penting, seharusnya menabung dulu. Apalagi pemerintah
sudah meluncurkan paket TABUNGANKU di semua bank, yang bisa ditabung mulai dari
Rp. 10.000. (Masihkah sulit? Kemudian yang lebih parahnya lagi, sudah tidak ada
uang malah mengutang u beli rokok, jilbab dan lain.
Setiap kita punya persoalan keuangan dan cara pengelolaan
yang berbeda. Hanya diri kita sendiri yang tau bagaimana dan kemana sebenarnya keuangan itu diperoleh. Mulailah
untuk memilih dan memilah hal-hal yang penting...
The good things will not come twice