Sebelum saya menikah, bahkan hingga sekarang, suka sekali
saya menguman sendiri akan berapa beruntungnya mereka karena memiliki
kesempurnaan seperti yang dimiliki atau yang diharapkan oleh banyak orang. Kadang
pikiran ini saya hilangkan karena bisa-bisa membawa saya kepada kondisi tidak
mensyukuri nikmat Allah Swt.
Tetapi setiap saya sedang mengagumi mereka-mereka yang saya
sebutkan sempurna itu, tentu saja tidak lama dari itu, Allah swt memberikan
pelajaran dengan caranya sendiri kepada saya. Saya ingat moment-moment ketika
saya takjub dengan kesempurnaan yang mereka miliki. Rasanya saya ingin menulis
tentang perasaan takjub itu, tapi saya tidak enak hati. Takut melukai perasaan
yang membaca tulisan ini, meskipun mereka juga belum tentu membaca tulisan saya.
Sekarang saya belajar untuk melihat bahagia itu dengan cara
yang berbeda. Bukan dari seperti yang pahami selama ini.
Tapi dengan cara yang menentramkan. Semoga saya bisa untuk
itu.
