Where
We Greet People Saya suka sekali dengan kata sambutan itu. Tulisan itu saya
lihat di Korea Airport pada akhir
April 2016 yang lalu. Rasanya cocok sekali pilihan ungkapan kata tersebut untuk
menggambarkan kondisi Korea Selatan saat ini. Perkenalan pertama saya dengan
Korea justru melalui Winter Sonata.
Tapi justru setelah sekian tahun drama
tersebut ditayangkan barulah saya menonton. Kesan saya setelah menonton itu,
semoga saya diberikan kesempatan untuk melangkahkan kaki ke Nami Island, salah
satu lokasi syuting Winter Sonata. Gegara drama ini, negeri Gingseng ini
menjadi terkenal di seluruh penjuru dunia. Negara ini memberikan aura baru bagi
dunia khususnya bidang fashion. Saya sempat complain
pada seorang teman, mengapa tour kita membawa rombongan ke lokasi kosmetik
bukannya ke tempat lain. Ternyata, pemerintah Korea mewajibkan travel tour
untuk memasuki minimal dua tempat yang sudah ditentukan oleh pemerintah Korea.
Sepertinya Korea ingin mengubah kiblat fashion dari Paris dan pindah ke Negara Lee
Min Hoo ini.
Saya
kegirangan sendiri ketika mimpi saya untuk menginjakan kaki ke Nami Island
tercapai. Saya mencari jejak Winter Sonata di pulau tersebut. Rasanya tidak
salah apa yang saya baca selama ini. Pulau kecil ini berada di ChunCheon
selatan Korea yang dapat di tempuh sekitar dua jam dari kota Seoul. Nami Island
sendiri bukanlah pulau yang umumnya berada di tengah laut. Pulau yang
menyerupai bentuk bulan menjadi pilihan destinasi turis lokal maupun manca Negara.
Saya sendiri jatuh cinta dengan Nami Island ini setelah menonton drama Winter
Sonata.
Saya
mulai bergerilya menyaksikan setiap penjuru pulau ini. Sayangnya karena
terbatas waktu saya tidak bisa menikmati setiap sudut pulau yang ada. Ingin
sekali mengayuh sepeda agar dapat melihat seluruh penjuru yang ada. Oh ya, soal
sepeda, ternyata hampir di setiap penjuru kota ada sepeda yang bisa dipinjam.
Bukan hanya itu, pemerintah Korea juga menyediakan fasilitas untuk berolahraga
di setiap taman kota. Tak hanya itu, perpustakaan mini juga dihadiahkan
pemerintah Korea untuk mendukung program literasi di Negara tersebut. Yang
bikin saya kaget ternyata di Nami Island itu ada pustaka yang besar loh.
Koleksinya juga bejibun. Tak hanya sampai di situ, jalanan setapak di pulau
Nami juga ada gubuk-gubuk kecil yang berisikan buku bacaan untuk anak-anak.
Saya jadi makin sulit untuk menggambarkan kekaguman yang pada negera ini. Banyak
hal ingin saya ceritakan tentang negera ini. Cuma cukup satu kata saja saya
pikir. Korea Selatan HEBAT.