Saturday, June 11, 2016

Winter Sonata, Saya dan Korea Selatan (Catatan Perjalanan Korea Part 1)



Where We Greet People Saya suka sekali dengan kata sambutan itu. Tulisan itu saya lihat di Korea Airport pada akhir April 2016 yang lalu. Rasanya cocok sekali pilihan ungkapan kata tersebut untuk menggambarkan kondisi Korea Selatan saat ini. Perkenalan pertama saya dengan Korea justru melalui Winter Sonata.

Tapi justru setelah sekian tahun drama tersebut ditayangkan barulah saya menonton. Kesan saya setelah menonton itu, semoga saya diberikan kesempatan untuk melangkahkan kaki ke Nami Island, salah satu lokasi syuting Winter Sonata. Gegara drama ini, negeri Gingseng ini menjadi terkenal di seluruh penjuru dunia. Negara ini memberikan aura baru bagi dunia khususnya bidang fashion. Saya sempat complain pada seorang teman, mengapa tour kita membawa rombongan ke lokasi kosmetik bukannya ke tempat lain. Ternyata, pemerintah Korea mewajibkan travel tour untuk memasuki minimal dua tempat yang sudah ditentukan oleh pemerintah Korea. Sepertinya Korea ingin mengubah kiblat fashion dari Paris dan pindah ke Negara Lee Min Hoo ini.
Saya kegirangan sendiri ketika mimpi saya untuk menginjakan kaki ke Nami Island tercapai. Saya mencari jejak Winter Sonata di pulau tersebut. Rasanya tidak salah apa yang saya baca selama ini. Pulau kecil ini berada di ChunCheon selatan Korea yang dapat di tempuh sekitar dua jam dari kota Seoul. Nami Island sendiri bukanlah pulau yang umumnya berada di tengah laut. Pulau yang menyerupai bentuk bulan menjadi pilihan destinasi turis lokal maupun manca Negara. Saya sendiri jatuh cinta dengan Nami Island ini setelah menonton drama Winter Sonata.
Saya mulai bergerilya menyaksikan setiap penjuru pulau ini. Sayangnya karena terbatas waktu saya tidak bisa menikmati setiap sudut pulau yang ada. Ingin sekali mengayuh sepeda agar dapat melihat seluruh penjuru yang ada. Oh ya, soal sepeda, ternyata hampir di setiap penjuru kota ada sepeda yang bisa dipinjam. Bukan hanya itu, pemerintah Korea juga menyediakan fasilitas untuk berolahraga di setiap taman kota. Tak hanya itu, perpustakaan mini juga dihadiahkan pemerintah Korea untuk mendukung program literasi di Negara tersebut. Yang bikin saya kaget ternyata di Nami Island itu ada pustaka yang besar loh. Koleksinya juga bejibun. Tak hanya sampai di situ, jalanan setapak di pulau Nami juga ada gubuk-gubuk kecil yang berisikan buku bacaan untuk anak-anak. Saya jadi makin sulit untuk menggambarkan kekaguman yang pada negera ini. Banyak hal ingin saya ceritakan tentang negera ini. Cuma cukup satu kata saja saya pikir. Korea Selatan HEBAT.

Homedecor Ala Seri's Choice

Bagi pencinta drama korea, tentu drama seri Crash Landing On You (CLOY) meninggalkan kesan yang begitu mendalam bagi pecinta drama te...