Monday, January 30, 2017

Untuk Apa Sih Nilai Itu

Waktu kuliah dulu, semester pertama ada matakuliah Pengantar Akutansi 4 sks. Saya dapat nilai A. Semester kedua ada Akuntansi Biaya 2 sks. Saya dapat nilai B sebelumnya saya dapat nilai C. Jadi perbaikan pada semester yang lain. Di semester yang lain, saya dapat nilai C untuk Akuntansi Managemet. Saya perbaiki nilai tersebut dan ternyata saya cukup puas untuk matakuliah 3 sks tersebut dengan nilai C lagi.  Kemudian di mata kuliah lain saya dapat nilai C untuk Teori Ekonomi yang 4 sks. Setelah diperbaiki nilai saya tetap C. Pikiran saya pada saat itu, ya sudah saya tidak mampu dengan matakuliah tersebut. Mengapa harus memaksakan diri. 

Di matakuliah Grammar Communication saya dapat nilai D. Kemudian saya perbaiki dan saya harus cukup puas dengan nilai C di KRS saya. Dosen pengampu matakuliah tesebut menyarankan saya untuk memperbaiki lagi matakuliah itu. Saya menolak. Kenapa? Kalau saya tidak terbentur dengan peraturan kampus, maka nilai D itupun tidak akan saya perbaiki. 

Kenapa? Untuk apa memfokuskan diri pada nilai? Bukankan nilai tidak menjamin kompetensi diri. Ketika sekarang banyak orangtua mulai sadar dengan potensi unik yang ada pada anak-anak mereka. Beramai mereka melakukan homeschooling untuk anak-anak mereka. Atau tidak lagi berorientasi nilai rapor karena semua itu menuntut anak untuk menguasai semua materi yang ada.

Bukankah pendidikan seharus membangkitkan potensi unik seseorang sebagaimana fitrahnya. Setiap kita sudah diberikan modal untuk memulai hidup di dunia ini.

Pertanyaan saya; atas dasar apa kuliah di bahasa Inggris? Keren? Bisa banyak dapat duit?
Saya menolak untuk kuliah di jurusan bahasa Arab karena saya tidak mampu untuk memahami nahwu syarafnya. Dan juga di matematika, karena saya susah memahami rumus-rumus itu. 

Kalau memilih kuliah karena sudah berpikir bisa menghasilkan uang yang banyak, maka semuanya jadi hitung2an materi. Bukankan ini menghasilkan sarjana yang miskin “meaning”.
Maka jangan heran kalau banyak mahasiswa datang meminta nilai, menunjukan diri bahwa mereka aktifis atau tidak sedikit mengambil jalan pintas memanipulasi nilai?
Seperti inikah generasi calon guru, calon ibu, bapak dan lain-lain? 

Bukannya kerja keras malah kejar nilai semata.



Homedecor Ala Seri's Choice

Bagi pencinta drama korea, tentu drama seri Crash Landing On You (CLOY) meninggalkan kesan yang begitu mendalam bagi pecinta drama te...