Jangan
terlalu percaya pada mimpi sebab itu hanyalah bunga tidur semata. Itu
yang diungkapkan banyak orang pada saya. Meski banyak orang yang
mengatakan itu tapi setiap kali mimpi datang, saya tidak mampu mengusir
ingatan saya tentang mimpi itu dengan serta merta. Begitu juga jika ada
mimpi yang saya dengar dari orang lain yang Ia bagi kepada saya. Sama
tak ada beda.
Perasaan
tak tenang sempat meyelimuti saya. Apakah saya berada pada tataran
orang syirik? Na’uzubillahi minzalik! Akhirnya, saya menemui orang yang
cukup kompeten untuk menjelaskan semua ini. Ia memberikan gambaran yang
sangat mengembirakan. Tapi tidak dalam artian membela saya. Ia
menjelaskan bahwa mimpi memiliki makna hanya saja tak boleh sembarangan
orang mengartikannya dengan semena-mena apalagi sampai menyebarkan isi
mimpi tersebut.
Hingga
pada suatu hari seorang sahabat bermimpi dikunjungi oleh teman yang
telah pergi menghadapNya karena Tsunami. Teman saya tersebut diminta
untuk menghubungi nomor 4575. Bingung. Ia tak tahu nomor apa yang
dimaksud sebab sahabatnya tak memberitahukan nomor siapa ini.
Teman
saya di dera rasa penasaran. Tak tahu kemana akan Ia hubungi. Nomor
selularpun tak ada yang demikian. Tak terjawab rasa penasaran itu Ia
membuka Al-quran untuk mengobati rasa penasaran dan rindu pada teman
yang telah mendahuluinya.
Bismillah. Semoga semua itu terjawab. Tujuh lima sama dengan surat ke tujuh lima yaitu surat
Al-Qiyamah. Alhamdulillah. Namun 45 belum terjawab. Ia terus saja
membolak-balik Alquran. Hingga akhirnya Ia menemukan di salah satu surat yang keenam belas bahwa empat puluh lima itu adalah surat tentang azab.
Ia bingung. Pesan singkat yang saya terima membuat saya merinding. Ada benarnya juga, Vi. Balas saya. Mungkin Ia
ingin mengingatkan kita lewat mimpinya sebab alam kita sudah beda.
Namun dengan cara seperti itu. Bahwa kiamat sudah dekat dan jangan
sekalipun meremehkan azabNya.
Saya
menyaksikan banyak hal saat tsunami. Manakala kiamat Sughra itu terjadi
di bumi rencong ini. Allah menampakan kekuasaanNya. Mungkin Ia ingin mengingatkan kita. Masihkah kalian ingkar padaKu?