Tuesday, December 18, 2012

Abu-abu

Lelaki itu menceritakan banyak hal tentang apa yang Ia rasakan setelah tsunami. Saya mencoba menjadi pendengar yang baik karena saya juga ingin bila saya bercerita orang mendengarkan dengan baik apa yang saya rasakan. Sebab itu saya harus memulainya terlebih dahulu! Setelah sebulan lebih saya baru tahu kabar tentangnya. Untuk itu saya ingin mendengar cerita-cerita yang Ia punyai.
Lelaki itu tak mampu menutupi perasaan sedihnya. Ia ingin melamar gadis yang sangat Ia cintai untuk menjadi pedamping hidupnya kelak. Apalagi pihak keluarga tak menghalangi niat baiknya itu. Ia ingat pesan temannya untuk tidak selalu berada di wilayah abu-abu. Ia ingin menyegerakan niat baiknya itu.
Minggu pagi Ia memantapkan niatnya. Segala sesuatu telah Ia persiapkan. Apa yang hendak dikata. Niat mulianya tak tercapai. Gempa dan gelombang telah mendahului niat baiknya. Ia harus kehilangan orang yang Ia cintai. Niat baiknya itu tak dapat Ia sempurnakan.
Usahakan tetap dilakukan. Hingga sampai ke negeri Penang, Ia susuri jejak sang kekasih. Tekadnya hanyalah berusaha. Malang tak dapat ditolak. Untung tak dapat diraih. Ia harus berhenti mengingat takdir berkehendak lain.
Andaikan saja dahulu niat itu Ia segerakan pastilah semuanya akan berbicara lain. Sebuah pelajaran Ia petik. Niat baik apapun harus disegerakan. 

Homedecor Ala Seri's Choice

Bagi pencinta drama korea, tentu drama seri Crash Landing On You (CLOY) meninggalkan kesan yang begitu mendalam bagi pecinta drama te...