Tuesday, December 18, 2012

Azan Itu Menenangkan

Seorang teman menanyakan pada saya ketika air sedang mengalir begitu deras adakah azan dikumandangkan. Saya hanya mengangkat bahu. Tak tahu sama sekali jawabannya. Mungkin ada tapi saya tak mendengarkannya. Maklumlah waktu itu aliran listrik putus sama sekali. Pun tempat tinggal saya berjauhan dari masjid. Praktis saya tak mendengar azan tersebut.
Teman saya yang lain menjawab Ia mendengar azan itu. Suara muazzin yang merdu menjadi lain dari biasanya. Serak juga sesekali terdengar isakan kecil darinya. Azan itu meninggalkan kesedihan juga keharuan yang mendalam bagi siapa saja yang mendengar.
Azan yang seharusnya dikumandangkan menjelang waktu salat tiba tapi dikumandangkan saat air bah sedang bergejolak dengan dahsyatnya. Jika air, angin ribut juga badai lainnya, maka azanlah. Semua akan tenang. Saya tak tahu apakah perintah ini ada dalam Al-quran, hadits atau sumber hukum lainnya.
Murid saya bercerita Ia dan keluarganya sempat kewalahan melawan arus air itu. Hampir-hampir saja mereka hanyut. Tak ada apa-apapun, entah mengapa adiknya mengumandangkan azan.
Ia dan sekeluarga melihat keajaiban yang luar biasa. Air seketika menjadi tenang sangat berbeda dari sebelumnya. Segera saja mereka mampu mencari tempat untuk berpegangan demi menyelamatkan diri.
Saya tertegun mendengar cerita itu. Saya jadi teringat banyak orang kesal begitu dengar azan tiba karena mereka harus menunda kegiatannya. Atau bahkan cuek tanpa peduli sama sekali akan panggilan itu.
Andaikan mereka tahu: Ah, ternyata Azan itu menenangkan.

Homedecor Ala Seri's Choice

Bagi pencinta drama korea, tentu drama seri Crash Landing On You (CLOY) meninggalkan kesan yang begitu mendalam bagi pecinta drama te...