My
host family begitu memahami kondisi saya. You feel afraid and nervous,
Intan? Ya, it’s common feeling. Setiap saya berada di tempat yang baru,
saya selalu merasakan perasaan itu.
Hari
pertama, kedua, ketiga, saya dan anjing belum bisa saling memahami.
Saya shock dan dia juga shock dengan keberadaan saya. Dia merasa ada
bidadari dari negeri antah berantah yang menjadi penghuni baru di
tempatnya. Dan saya juga merasakan hal yang sama. Tapi dia bukan
bidadari:p). Soalnya waktu di Indo, saya lebih sering lihat kodok yang
berloncat-loncatan di sana-sini.
Soal
Anjing. Suatu hari ketika Anjing mencari-cari kesempatan untuk
berdekatan dengan saya, saya langsung kabur dan bersembunyi di belakang
Connie. Seperti biasa Connie langsung mengarahkan Anjingnya. Dan Si
Peacon, panggilan sang Anjing, menurut.
Makanya
sebagian besar mereka suka memelihara Anjing daripada Kucing karena
menurut mereka kucing more independent, sulit diatur tapi tidak begitu
dengan Anjing. It’s okay.
Setelah kejadian itu, connie mengatakan You have to be boss, Intan. Just saying Nop. Saya pun mulai mempraktekannya.
“Seperti ini, Connie?”
“Okay, good intan.”
Hasilnya,
ia tidak mencari perhatian lagi tiap kali saya pergi atau pulang. Dia
sudah bisa duduk manis di kursi dekat pintu dan menunggu ke pulangan
saya.
Thank You, Connie. Thank You, dog. Semoga ucapan connie bahwa her dog is a good boy terbukti dengan sempurna.
Semoga persahabatan kita kekal selama saya tinggal di rumah itu,, ya dog?:P)
p.s.: I cann't imagine anak buah saya Anjing:P)