Kasih Ibu kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi tak harap kembali
Bagai sang Surya menyinari dunia…..
Anda
tentu ingat tentang lagu itu. Sedari kecil telah diajarkan bahwa kasih
bunda tak pernah pupus dan lekang oleh masa. Nasehat Bunda adalah
nyanyian indah sepanjang masa. Cerita Bunda adalah dongeng abadi bagi
pencintanya. Tak ada kata yang mampu untuk melukiskan keindahan kasih
sayang Bunda.
Ketika tsunami mengepakan sayap di antara ribuan manusia, bunda siap menjadi pelindung untuk ananda tercinta.
Tak
heran tatkala tsunami telah usai, terlihatlah mayat-mayat yang
bergelimpangan dalam pelukan bunda yang juga tutup usia. Usaha bunda
untuk melindungi anak akhirnya berbatas juga oleh kehendak-Nya.
Gelombang yang bergerak lebih dari lima bahkan sepuluh meter itu tetap saja mampu menyuarakan pesan terakhir kali Bunda untuk buah hatinya.
Bunda harus pergi karena itu Ia menitipkan pesan pada buah hatinya untuk selalu menjaga diri.
“Sudah
ya, Nak?” kita pisah….” Bunda hampir saja hanyut terbawa harus. Tapi
Bunda ingin menitipkan pesan terakhir untuk anaknya agar sang buah hati
tak salah jalan nantinya. “Baik-baik ya, Nak?” Jangan lupa shalat…”
Bunda
pergi untuk selamanya. Namun pesan Bunda selalu abadi. Itulah tsunami
yang tetap memberikan pelajaran kendati Bunda dalam kondisi meregang
nyawa. Ia tetap saja mampu memberikan yang terbaik untuk anaknya
tercinta.