Tuesday, December 18, 2012

Kita Pisah ya, Nak

Kasih Ibu kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi tak harap kembali
Bagai sang Surya menyinari dunia…..
Anda tentu ingat tentang lagu itu. Sedari kecil telah diajarkan bahwa kasih bunda tak pernah pupus dan lekang oleh masa. Nasehat Bunda adalah nyanyian indah sepanjang masa. Cerita Bunda adalah dongeng abadi bagi pencintanya. Tak ada kata yang mampu untuk melukiskan keindahan kasih sayang Bunda.
Ketika tsunami mengepakan sayap di antara ribuan manusia, bunda siap menjadi pelindung untuk ananda tercinta.
Tak heran tatkala tsunami telah usai, terlihatlah mayat-mayat yang bergelimpangan dalam pelukan bunda yang juga tutup usia. Usaha bunda untuk melindungi anak akhirnya berbatas juga oleh kehendak-Nya.
Gelombang yang bergerak lebih dari lima bahkan sepuluh meter itu tetap saja mampu menyuarakan pesan terakhir kali Bunda untuk buah hatinya.
Bunda harus pergi karena itu Ia menitipkan pesan pada buah hatinya untuk selalu menjaga diri.
“Sudah ya, Nak?” kita pisah….” Bunda hampir saja hanyut terbawa harus. Tapi Bunda ingin menitipkan pesan terakhir untuk anaknya agar sang buah hati tak salah jalan nantinya. “Baik-baik ya, Nak?” Jangan lupa shalat…”
Bunda pergi untuk selamanya. Namun pesan Bunda selalu abadi. Itulah tsunami yang tetap memberikan pelajaran kendati Bunda dalam kondisi meregang nyawa. Ia tetap saja mampu memberikan yang terbaik untuk anaknya tercinta. 

Homedecor Ala Seri's Choice

Bagi pencinta drama korea, tentu drama seri Crash Landing On You (CLOY) meninggalkan kesan yang begitu mendalam bagi pecinta drama te...