Alhamdulillah, Akhirnya sudah lengkap begitu kata orang-orang.
Tanggal 18 Juli 2014 yang lalu, saya melahirkan anak kedua
saya secara caesar. Perempuan. Kami beri namanya Rumaisha Ramadhani El-Zarin.
Harapan dan doa teriring ketika pemberian nama itu. Semoga si kecil selalu
dalam lindungan Allah Swt.
Respon orang-orang sekitar pun saya terima
“Udah lengkap ya?”
“Akhirnya cewek juga ya?”
“Wah udah sepasang.”
Atau “Beruntung ya lahirnya cewek.”
Saya hanya diam saja mendengar komentar yang beragam itu.
Semenjak hamil pertama saya tidak memusingkan jenis kelamin apa anak saya. Apa
saja Alhamdulillah.Terlebih saya menikah di usia menjelang 33 tahun dan
langsung hamil. Alhamdulillah.
Dulu awal menikah saya memprediksi 1 tahun kemudian saya
kemungkinan hamil. Maklum usia saya
bukan lagi usia produktof yang dikhawatirkan oleh banyak orang. Jadi tidak akan
mungkin secepat itu.
Kemudian 6 bulan anak pertama saya, saya hamil lagi. Hanya
saja saya mengalami keguguran. Setahun kemudian saya hamil lagi.
Sebab itu saya tak pernah mengharap untuk memiliki anak perempuan atau anak
laki-laki. Saya hanya berdoa walaupun sesekali saya menghapus keinginan untuk
memiliki anak 2 jenis kelamin. Saya hanya ingin Allah memberikan yang terbaik.
Di luarsana banyak sekali orang sedang berjuang untuk bisa
hamil dan sangat berkeinginan untuk memiliki anak.
Allah memudah saya dan suami untuk mendapatkan keturunan. Intinya
saya hanya ingin apapun jenis kelamin ya Allah berikan, saya sangat berharap Allah memudahkan saya
membesarkan anak saya dan memberikan anak-anak yang takut pada Sang
Penciptanya.